Integrasi Kearifan Lokal dalam Materi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Budaya Aceh
DOI:
https://doi.org/10.66155/4c98zt19Keywords:
Bahasa Arab, Budaya Aceh, Etnopedagogi, Kearifan Lokal, Materi PembelajaranAbstract
Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia tidak hanya menghadapi persoalan penguasaan sistem linguistik, tetapi juga persoalan keterpisahan materi pembelajaran dari pengalaman sosial dan budaya peserta didik. Materi yang terlalu berorientasi pada konteks budaya Arab berpotensi menjadikan bahasa Arab dipersepsi sebagai bahasa yang jauh dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi kearifan lokal Aceh dalam materi pembelajaran bahasa Arab serta merumuskan model integrasi yang menghubungkan kompetensi linguistik, konteks budaya, dan nilai pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis dokumen. Sumber data mencakup literatur mengenai pembelajaran bahasa Arab berbasis budaya, etnopedagogi, culturally responsive teaching, serta penelitian mengenai hadih maja, peusijuek, meurukon, kehidupan gampong, kuliner, kesenian, dan tradisi sosial masyarakat Aceh. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Aceh dapat diintegrasikan ke dalam materi mufradāt, hiwār, qirā’ah, kitābah, istimā’, dan kalām melalui tiga dimensi utama, yaitu integrasi konten budaya, integrasi aktivitas berbahasa, dan integrasi nilai. Penelitian menghasilkan model Integrasi Konten–Bahasa–Nilai (IKBN) yang menempatkan budaya Aceh sebagai konteks autentik untuk pembentukan kompetensi komunikatif bahasa Arab sekaligus penguatan identitas budaya peserta didik. Model ini berimplikasi pada perlunya pengembangan bahan ajar bahasa Arab yang kontekstual, adaptif, autentik, serta sensitif terhadap keberagaman budaya lokal.
References
Fahraini, S., Hilmy, M. I., Alribdi, N. I., Abdurrahman, M., & Thohir, M. (2026). Local culture-based Arabic language learning in Islamic schools within the context of global education: Ethno-edutainment as a curriculum innovation. Nuris Journal of Education and Islamic Studies, 6(1), 15–31. https://doi.org/10.52620/jeis.v6i1.242
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hakim, L., Fitria, N., & Musdawati. (2021). Tradisi Meurukon dalam masyarakat Muara Batu Aceh Utara: Sebuah kajian sosial budaya dan pesan teologi. Jurnal Pemikiran Islam, 1(1). https://doi.org/10.22373/jpi.v1i1.10352
Harun, M. (2015). Revitalisasi nilai etos kerja dalam hadih maja sebagai bahan ajar pendidikan karakter. Journal of Educational Science and Technology, 1(3). https://doi.org/10.26858/est.v1i3.1824
Moll, L. C., Amanti, C., Neff, D., & González, N. (1992). Funds of knowledge for teaching: Using a qualitative approach to connect homes and classrooms. Theory Into Practice, 31(2), 132–141. https://doi.org/10.1080/00405849209543534
Nurdiana, R., Kumalasari, D., Setiawan, C., & Daroini, S. (2023). Significance of local wisdom in preparing Arabic teaching materials. Tadris Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 2(2), 156–167. https://doi.org/10.15575/ta.v2i2.26328
Rachmatsyah, R., Sukirno, S., & Usman, U. (2023). Integration of character education values for students through learning Peusijuek traditions based on local wisdom. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 15(1), 1119–1126. https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i1.2470
Ridwan, R., & Manan, A. (2025). Peusijuek ritual in the perspectives of local Acehnese cultural wisdom education. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 16(2). https://doi.org/10.26418/j-psh.v16i2.88703
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wandira, A., Giani, M. P., Madani, D. S., & Salsabila, S. (2025). Sejarah Bahasa Arab Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indonesia Abad 20. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(4), 1-5. Doi : https://doi.org/10.59435/menulis.v1i4.202
Yanti, N., Ghina, I., & Anwar, H. (2026). Meusare Teumuleh: Pelatihan ortografi bahasa Aceh berbasis kearifan lokal Hadih Maja. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 707–714. https://doi.org/10.31960/caradde.v8i3.3234
Zahrah, H., Salsabila, F., Farlyan, M., Gumay, R., & Daviza, T. P. (2025). Keterampilan bahasa Arab sebagai kompetensi komunikatif dalam pendidikan. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 359-376. DOI: https://doi.org/10.46963/alliqo.v10i2.3397

