Pernikahan Usia Dini dalam Budaya Melayu: Kajian Psikologis dan Sosial terhadap Remaja
Keywords:
Pernikahan Usia Dini, Budaya Melayu, Adat IstiadatAbstract
Pernikahan usia dini masih menjadi praktik yang cukup prevalen dalam masyarakat Melayu akibat kuatnya pengaruh adat, nilai budaya, serta tekanan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan budaya Melayu terhadap praktik pernikahan usia dini, faktor-faktor yang mendasarinya, serta dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus di salah satu komunitas Melayu di Provinsi Riau, data diperoleh melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini umumnya dipandang sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga dan menjalankan adat leluhur, meskipun secara hukum dan kesehatan praktik ini memiliki risiko signifikan. Faktor pendorongnya meliputi tekanan adat, kekhawatiran terhadap pergaulan bebas, perjodohan keluarga, rendahnya pendidikan, serta motif ekonomi. Dampak yang muncul mencakup risiko kesehatan reproduksi, ketidaksiapan mental, putus sekolah, ketergantungan ekonomi, serta tingginya potensi KDRT. Temuan ini menegaskan perlunya harmonisasi antara nilai budaya Melayu dengan kebijakan modern dan pendekatan edukatif guna melindungi hak dan masa depan generasi muda.
