Peran Teungku Inoeng Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Remaja Putri Di Gampong Lamteungoh Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
DOI:
https://doi.org/10.66155/0s67b498Keywords:
Teungku Inoeng, Kesadaran Beragama, Remaja PutriAbstract
Peranan teungku inoeng merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian remaja putri agar sesuai dengan ajaran Islam. Namun, realita menunjukkan bahwa masih banyak remaja putri yang kurang memiliki kesadaran beragama terhadap nilai keagamaan. Kehadiran teungku inoeng sebagai pengajar dan panutan memiliki kontribusi signifikan dalam membina pemahaman keagamaan. Atas dasar tersebut maka penelitian ini berfokus pada peran teungku inoeng dalam meningkatkan kesadaran beragama remaja putri, dan tantangan teungku inoeng dalam meningkatkan kesadaran beragama remaja putri di Gampong Lamteungoh. Metode penelitian ini tidak terlepas dari penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teungku inoeng memiliki peran penting sebagai pendidik, motivator, dan teladan dalam kehidupan beragama di Gampong Lamteungoh. Hal ini terlihat dari kesadaran beragama pada remaja putri yang semakin baik dengan memahami dasar-dasar dari implementasi ketauhidan, ibadah dan muamalah. Sebagai contoh dimulai dari thaharah, praktik ibadah shalat, puasa, sikap dan perilaku seorang muslim baik menyangkut sopan, santun serta bertutur kata. Berbagai metode pembelajaran diterapkan seperti hafalan, tanya jawab, dan cerita, serta pendekatan personal melalui nasihat langsung dan komunikasi digital. Namun, teungku inoeng juga menghadapi tantangan dari remaja yang menjalani pengajian seperti kurangnya kedisiplinan, rasa malas, pengaruh lingkungan, serta kesibukan sekolah dan pekerjaan. Beberapa remaja juga berhenti mengikuti pengajian karena merasa tidak cocok dengan sistem pengajian atau merasa terbebani oleh aturan yang ada.

