Internalisasi Nilai-nilai Syariat Islam dalam Menutup Aurat pada Anak Usia Dini di Lembaga PIAUD
Keywords:
Internalisasi Nilai, Syariat Islam, Menutup Aurat, Anak Usia Dini, PIAUDAbstract
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai syariat Islam sejak dini, khususnya dalam aspek menutup aurat yang merupakan bagian dari identitas, akhlak, dan moralitas anak muslim. Lembaga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memiliki peran strategis dalam membimbing, membiasakan, serta menginternalisasikan nilai-nilai syariat Islam secara sistematis dan berkesinambungan melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai syariat Islam dalam menutup aurat pada anak usia dini di Lembaga PIAUD, mencakup strategi guru, media pembelajaran, lingkungan yang mendukung, serta respon anak dalam keseharian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi guru PIAUD, peserta didik, serta dukungan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai menutup aurat dilakukan melalui tiga pendekatan utama: (1) pembiasaan, seperti mengenakan pakaian yang sesuai syariat setiap hari; (2) keteladanan guru yang konsisten berbusana islami; dan (3) pembelajaran kontekstual melalui cerita, nyanyian islami, serta kegiatan praktik. Anak menunjukkan respon positif berupa keterbiasaan mengenakan busana sesuai syariat, munculnya rasa malu saat membuka aurat, dan tumbuhnya kesadaran bahwa menutup aurat adalah bagian dari ibadah. Kesimpulannya, internalisasi nilai-nilai syariat Islam dalam menutup aurat pada anak usia dini di Lembaga PIAUD tidak hanya membentuk kebiasaan berbusana islami, tetapi juga menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap ajaran agama. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan usia dini merupakan fase emas untuk menanamkan nilai syariat Islam, sehingga peran guru dan lingkungan pendidikan menjadi kunci keberhasilan pembentukan generasi muslim yang berakhlak mulia.
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. (2013). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Ghazali. (2018). Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
An-Nahlawi, Abdurrahman. (2010). Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Jakarta: Gema Insani Press.
An-Ramli, Nihayat al-Muhtajj. Kairo: Mustafa Al-Halaby, t.t. juz IV, h. 188-189
Asy’ari, Muslih. (2020). Pendidikan Islam Anak Usia Dini: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Deepublish.
Azman Ismail, dkk. (2011) Syari’at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam, Nanggroe Aceh Darussalam.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Daud Rasyid, (2003) Indahnya Syari’at Islam. Jakarta: Usamah Prees.
Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Haidar Nashir, (2007) Gerakan Islam Syari’at Reproduksi Salafiah Ideologi di Indonesia. Jakarta: Psap.
Hakam, K. A. (2000). Pendidikan Nilai: Pendekatan Teoretis dan Praktis. Bandung: Alfabeta.
Hasan, M. Ali. (2015) Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hidayatullah, Furqan. (2021). Syariat Islam: Sebuah Pengantar. Jakarta: Kencana.
Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, Elizabeth B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ibnu Taimiyah, Hijab Al Ma’ah dalam Majmu‟ Rasail fil Al-Hijab wa al- safur, t.t.
Ibnu Tainiyah, Majmu’ Al-Fatawa, jilid 3
Lickona, T. (2013). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgment, Integrity, and Other Essential Virtues. New York: Touchstone.
Michael H. Hart, (1987) The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, New York: Citadel Press
Muhaimin. (2003). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mujiburrahman, dkk, (2011) Pendidikan Berbasis Syari’at Islam di Aceh. Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam.
Musfiroh, Tadkiroatun. (2012). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Nashih Ulwan, Abdullah. (1995). Tarbiyat al-Aulad Fi al-Islam, terj. Jamaluddin Miri, Pendidikan Anak dalam Islam, Jakarta. Pustaka Amani.
Nina Surtiretna, (1996) Anggun Jilbab, Bandung : Mizan Media Utama.
Qabila Salsabila, Reza Pahlevi dan Ali Masrur, (2017) "Penafsiran Ayat-ayat tentang Aurat Perempuan Menurut Muhammad Syahrur” dalam Jurnal Studi al-Qur'an dan Tafsir.
Sabiq, Sayyid. (2013) Fiqh Sunnah. Jakarta: Pena Pundi Aksara.
Sujiono, Yuliani Nurani & Sujiono, Bambang. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.
Sujiono, Yuliani Nurani. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Suyadi. (2018). Konsep Dasar Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syukri Muhammad Yusuf. (2011). Busana Islami di Nanggroe Syari’ah. Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam Aceh.
Yusuf, Choirul. (2015). Pendidikan Islam Anak Usia Dini: Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Zuhaili, Wahbah. (2011) Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
Zuhairini, dkk. (2019). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.


