Studi Perbandingan Hukum Menjamak dan Mengqashar Salat Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi Pada Era Modernitas
Keywords:
Jama’, Qashar, Syafi‘i Mazhab, Hanafi Mazhab, Traveler, ModernityAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan ketentuan hukum menjamak dan mengqashar salat menurut Mazhab Syafi‘i dan Hanafi, serta melihat relevansinya pada konteks perjalanan dan mobilitas modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap sumber-sumber fikih klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab sepakat bahwa jama’ dan qashar merupakan rukhsah yang diberikan syariat guna meringankan musafir dalam menjalankan salat. Namun, terdapat perbedaan dalam implementasinya, seperti batas minimal jarak safar, ketentuan niat, kebolehan menjamak salat, serta batas waktu maksimal bermukim. Dalam konteks modernitas, mobilitas yang semakin tinggi akibat perkembangan teknologi transportasi menjadikan rukhsah jama’ dan qashar sangat relevan untuk menjaga pelaksanaan ibadah tanpa menimbulkan kesulitan berlebihan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap perbedaan pendapat mazhab agar umat Islam dapat menerapkan rukhsah sesuai kondisi perjalanan yang dihadapi pada era modern.References
’Abidin, S. Bin. (1996). Ad-Dur Al-Mukhtaar, Juz 2. Dar Al-Fikr.
Ahmad, Y. (2005). Panduan Lengkap Sholat Menurut Empat Madzhab. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Al-Kasani, A. B. B. M. (2005). Badai As-Sanai’ Fi Tartib As-Syarai’, Juz 1. Beirut-Lebanon: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Amin, M. H., & Irham, M. I. (2024). Jamak Tanpa Safar: Solusi Alternatif Ibadah. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Keluarga, 6(4), 754–764. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i2.1474
Arisman. (2014). Jamak dan Qadha Shalat bagi Pengantin Kajian Fiqh Kontemporer. Hukum Islam, 14(1), 1–12.
Asy-Syafi’i, I. (2021). Al Umm (Tahqiq & Takhrij Dr. Rif’at Fauzi dan Abdul Muththalib). Pustaka Azzam.
Bramasta, T. A. (n.d.). Jama’ Qashar dan Qadha Shalat Bagi Pengantin. Academia.Edu.
Bunyamin, M. (2018). ‘Adam Al-Haraj : A Rukhshah Application in the Implementation of Islamic Law in Modern Society Life. Al-’Adalah, 15(1), 101–124. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ADALAH.V15I1.1975
Departemen Agama RI. (n.d.). Al-Qur’an dan Terjemahnya.
Fadhli, A. (2013). Tuntunan Shalat Musafir. Mutiara Media.
Furqan, M., & Syahrial. (2022). Kedudukan ’Urf SebagaiSumber Hukum dalam Mazhab Syafi’i. Jurnal Al-Nadhair, 1(2), 73–92. https://doi.org/https://doi.org/10.61433/alnadhair.v1i2.9
Hafiza, Sentya, N., & Putriani, N. (2022). SHOLAT JAMA ’ DAN QASHAR.
Iqbal, M. (2017). Jamak dan Qasar Salat dalam Islam: Telaah terhadap Pemikiran M. Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafse: Journal of Qur’anic Studies, 2(2), 112–127. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/tafse.v2i2.13603
Ishak, M. I., & Ibrahim, B. (2020). Form of Rukhsah For Prayer in Critical Situation. 10(4), 359–370. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v10-i4/7139
Khoeriyah, F. (2021). Mengqashar Shalat Dalam Perjalanan Menurut Sayyid Sabiq dan Wahbah Az-zuhaili. UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhri.
Laila, U., & Jafar, U. (2025). Istinbat Hukum Dalam Merumuskan Kebolehan Mengkasar Shalat Dalam Perjalanan. Jurnal Tociung: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 49–57.
Maulida, R., & Nurdin, M. S. (2025). Implementasi Kaidah al-Masyaqqah Tajlibu al-Taisir dalam Hukum Salat Jamak dan Qashar bagi Pendaki Gunung. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 1(2), 407–428. https://doi.org/10.36701/mabsuth.v1i2.2384
Muslimah, S., & Abidin, S. (2019). Studi Komparatif Menurut Imam Hanafi Dan Imam Syafi’i Tentang Sholat Jamak Dan Qasar Bagi Musafir. ACADEMIA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 1–18.
Novriadi, D., Firmasari, D., & Misbah, S. (2020). Pelatihan Sholat Jamak dan Qashar Bagi Anggota Majelis Taklim Rumpuan An Nisa’ Kota Bengkulu Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia, 3(2), 367–373.
Prasojo, J. (2022). Pandangan Tokoh Masyarakat Desa Sukamakmur Tentang Shalat Jamak’ Dan Qashar Bagi Pengantin. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(9), 292–302.
Purnamasari, U. N. R., & Said, I. G. (2025). Diskursus Tentang Kebolehan Jamak Salat Dalam Hadis Perspektif Sunni dan Syiah. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 5(1), 60–79.
Riza, M. H., Sabiq, F., Ardliansyah, M. F., & Muflihun, M. (2025). Integrating Astronomical Observations and Islamic Law: The Case of Sunrise and The Ishraq Prayer Time. Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy, 7(2), 133–148.
Rizal, M., Putra, R. S., Haq, N. N., & Al-faruq, U. (2024). Pemahaman Shalat Jama’ Dan Qashar Dalam Islam. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(12), 158–162.
Romadoni, M. F. (2025). Pengaruh Penggunaan Media Wordwall Berbasis TPACK Terhadap High Order Thinking Skills Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN Tomang 01 Jakarta Barat. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sukri, H. A., & Adnan, N. I. M. (2020). The Reason Of Jama’ Prayer From The Views Of Four Schools Of Thought. Al-Qanatir: Internasional Journal Of Islamic Studies, 17(1).
Syafi’i, I. (2019). Niat Al-Muqaranah Al-Hakikiyyah dan Al-Muqaranah Al-‘Urfiyyah dalam Ibadah Shalat Perspektif Ulama Syafi’iyyah. Al-Istinbath: Jurna Hukum Islam, 4(2), 177–194. https://doi.org/10.29240/jhi.v4i2.942
Syaltut, M. (2000). Fiqih Tujuh Mazhab (Terj. Aabdullah Zakiy Al-Kaaf). Bandung: Pustaka Setia.
Taufiq, M., & Syarkawi. (2022). Fleksibilitas Hukum Fiqh Dalam Merespon Perubahan Zaman. Al-Nadhair: Jurnal Kajian Fikih Dan Ushul Fikih, 1(1), 45–66.
Tempo, R. bin B., Novira, N., & Ulhaq, A. (2021). Batas Waktu Mengqasar Salat Bagi Musafir Menurut Ulama Empat Mazhab. Bistanul F Uqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 2(1), 500–508. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/bustanul.v2i3.407

